1. Interviewee : Maryono
2. Interviewer : Emi Jarwati, dkk.
3. Hari/ Tanggal : Sabtu, 26 Maret 2011
4. Tempat : Gondolan, Sirahan, Salam, Magelang, Jawa Tengah
5. Topik : Perekonomian Seorang Penambang Pasir
6. Keterangan : Interviewer: tulisan Bold
Interviewee: tulisan Italic
Transkripsi wawancara
Siapa nama Bapak?
Nama saya Maryono
Berapa usia Bapak?
44 tahun
Apa pendidikan terakhir Bapak?
SD
Apa agama Bapak?
Agama Islam
Berapa jumlah anak Bapak?
Anak saya tujuh, tapi yang meninggal satu
Berapa usia anak Bapak yang paling besar?
Paling besar itu… Usianya? Usianya 19 tahun
Kalau yang paling kecil usianya berapa?
Paling kecil 3,5 tahun
Apa pekerjaan istri Bapak?
Yaa buruh1 tani, di sawah itu…
Bapak menjadi penambang pasir dari sebelum atau setelah terjadinya erupsi Merapi?
Sebelum terjadinya Merapi
Sudah berapa lama Bapak menjalani profesi ini?
Yaa… sekitar 15 tahun
Apa profesi Bapak sebelumnya?
Saya dulu mencangkul tapi kalau untuk makan ndak2 cukup itu terus saya ganti ke penambang pasir ini
Mengapa Bapak memilih profesi ini?
Soalnya kalau mencari pasir itu dapat pasir langsung dijual dapat uang kalau buruh3 tani belum tentu tujuh hari (suara ayam berkokok) dapat uang itu
Adakah pekerjaan lain yang Bapak lakukan?
Tidak ada
Hal apa yang mendorong Bapak menggeluti profesi ini?
Soalnya ekonomi yang paling lancar itu cuma menambang pasir
Jika ada peluang pekerjaan yang lebih baik, apakah Bapak akan berpindah profesi?
Tidak, soalnya sudah menetap. Berapa tahun sudah tidak apa… (suara kurang jelas) cari pasir terus itu
Apakah keluarga Bapak mendukung sepenuhnya dalam menjalani profesi ini?
Mendukung sepenuhnya
Bagaimana tanggapan masyarakat terhadap profesi Bapak?
Yaa itu malah senang soalnya kan apa istilahnya kalau cari uang lancar itu, jadikan anak, anak saya bisa makan… dikit-dikit dan dapat apa itu, menyimpan uang
Jika ada masyarakat yang memandang sebelah mata dengan profesi ini, bagaimana Bapak menyikapinya?
Saya tetap sopan-sopan saja, soalnya kan saya tidak merugikan masyarakat
Berapa jam perhari Bapak menambang pasir?
Kalau saya itu… satu hari satu malam, soalnya saya ndak4 pernah pulang
Bapak tinggal dimana?
Tinggal di sini Tidur di sini Pak? (suara kurang jelas) Yaa tidur di sini, semua itu terus itu
Tidur disini semua Pak?
Cuma sendiri
Bagaimana cara Bapak membagi waktu dengan keluarga?
Yaa… kalau bagi waktu itu kalau saya cuma… istri saya kesini saya kasih uang untuk belanja sehari-hari itu dan untuk sangu5 sekolah anak-anak saya itu
Adakah komplain dari anak dan istri Bapak?
Tidak ada komplain itu
Adakah dampaknya terhadap keluarga Bapak dengan kegiatan ini?
Dampaknya ndak6 ada juga
Berapa penghasilan Bapak perhari?
Yaa itu tergantung waktunya… eee tergantung lakunya7 pasir itu… kalau bisa lancar terus yaa itu (suara klakson) rata-rata lima puluh ribu itu Sehari? Satu hari satu malam itu kan belum tentu laku8 terus itu
Berapa penghasilan Bapak dengan waktu yang tidak pasti?
Yaa… kalau ndak9 pasti yaa rata-rata tiga puluh ribu lah itu
Apakah penghasilan Bapak sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari?
Yaa sudah sudah sudah (suara tidak jelas dan semakin pelan)
Apakah Bapak sudah puas dengan profesi ini?
Sudah
Adakah pengalaman menarik selama Bapak menjalani profesi ini?
Yaa ada juga… Soalnya kan kalau… pasirnya laku itu kadangkan dua rit10 itu kan saya juga menarik juga itu… hasilnya kan lumayan11
Dua rit itu seberapa Pak?
Kira-kira? Dua truk ya itu kan dua truk Ooww… dua truk Kalau siang kan cuma kol-kol12 itu… kol-kol13 itu yang bawa
Berapa harga satu truk?
Satu truk itu kalau saya ndak14 ndak15 apa ndak16 muat, ndak17 pada narik itu itu sekitar sembilan puluh ribu
Kalau harga satu kol berapa?
Kalau kol18 dua puluh ribu
Apakah itu pasir penuh?
Iya pasir penuh
Tenaga siapa yang digunakan untuk mengangkut pasir itu?
Yaa mereka yang bawa sendiri itu… Ooww yaa…
Pernahkah Bapak mengalami pengalaman buruk selama ini?
Tidak pernah
Adakah kendala dalam melakukan pekerjaan ini?
Yaa… kadang-kadang dapat… kendala… eee… kalau pas badannya sakit, itu kan kita harus pulang apa itu… ke tukang urut, pijet19 itu Oohh yaa… yaa
Adakah keluhan yang Bapak alami selama menjalani pekerjaan ini?
Tidak ada
Dimana biasanya Bapak menambang pasir?
Yaa kalau dulu saya itu di Merapi, tapi kalau sekarang sekitar yaa pas20 lahar ini saya turun ke sini
Alasan Bapak berpindah tempat?
Ooww berpindah… soalnya kan disana itu ndak21 ndak22 ndak23 boleh di ambil
Di daerah mana?
Di daerah Merapi itu ndak24 boleh di ambil itu… untuk taman nasional
Tepatnya di daerah mana?
Daerah… daerah Boyong, kali25 Boyong itu
Apakah Bapak bekerja sendiri atau berkelompok?
Berkelompok di sana itu
Kalau di sini?
Di sini sendiri, yaa cuma sama keluarga itu tadi
Pernahkah terjadi persaingan perebutan tempat penambangan pasir?
Yaa pasti ada di sana itu, soalnya kalau ndak26 ndak27 apa, ndak28 bikin29 jalan ndak30 boleh ambil, jadi ini ini kelompoknya ini harus ke sini tiap hari, kelompok yang yang itu harus ke situ tiap hari itu
Apakah mempengaruhi penghasilan Bapak?
Ndak31 pengaruh itu
Adakah pelanggan pasir tetap?
Ada itu, ada dari Kudus itu
Selain itu, adakah pelanggan lain?
Selain itu, ndak32 ada
Cuma mengambil biasa saja?
Yaa biasa-biasa itu Yaa
Yang dari Kudus datang ke sini jam berapa Pak?
Itu kan kalau kadang kan hampir jam lima atau jam sepuluh malam itu cuma sana ngebelnya33 jam berapa itu
Apakah setiap hari?
Yaa… ya ndak34 tentu itu… kalau pas35 sana ndak36 banyak apa… setoran di yang di depo37 itu ndak38 ke sini, tapi kalau ndak39 ndak40 ada setoran yang ndak41 kurang, kurang itu (suara kurang jelas) pasti ke sini… tapi jarang-jarang42 itu
Berapa kali seminggu?
Paling-paling (bersamaan) seminggu itu, sekitar yaa empat kali
Adakah kepedulian dari pemerintah dengan profesi Bapak?
Tidak ada itu
Adakah apresiasi yang pernah Bapak dapatkan selama ini?
Ooww tidak ada, Oohh enggak belum pernah ohh belum pernah
Saat terjadi erupsi, apakah Bapak masih melakukan aktivitas penambangan?
Masih, saya itu kemarin itu, (suara kurang jelas) banjir pun saya turun kesitu soalnya kan pasir datang jadi cepat ambilnya itu lebih cepat, sedangkan itu angkung43 saya itu… orang sini mengungsi semua saya turun ke sungai putih itu saya ambil itu… saya kesilem44 ngambil ini sama Pak lurah yaa ndak boleh itu. Jadi, saya ambil Pak Lurah diatasnya di temperengan45 itu kan… tapi tetep saya ambil
Bapak dan keluarga tinggal dimana?
Saya tinggal disini, keluarga saya tinggal di gedolan itu
Saat banjir, apakah Bapak masih dipinggir sungai?
Ngai? (lanjutan dari pertanyaan yang bersamaan dengan jawaban Bapak) Masih disini
Apakah Bapak tidak takut dengan banjir atau longsor?
Tidak… soalnya kan kalau saya kan dulu itu waktu di Merapi itu sering liat46 banjir, jadi ndak47 takut
Berapa jarak antara rumah Bapak dengan tempat penambangan?
Yaa… sekitar 400 meter lah…
Apakah erupsi Merapi menguntungkan bagi keluarga Bapak?
Yaa bagi keluarga saya menguntungkan, tapi bagi keluarga yang lain saya ndak48 tahu juga itu
Terutama untuk ekonomi keluarga Bapak?
Yaa buat ekonomi itu
Berapa penghasilan Bapak setelah erupsi Merapi?
Yaa itu sekitar lima puluhan ribu atau empat puluhan gitu lah eeeemmh rata-rata itu
Apakah pernah lebih?
Yaa sudah pernah… tapi kan ndak49 sering itu
Berapa?
Iya, saya sudah dapat itu, kalau ndak50 salah itu seratus delapan puluh Hahh
Itu perhari atau bagaimana?
Yaa sudah pernah, tapi kan itu kadang-kadang karna kan satu bulan itu tiga kali atau empat kali itu kan
Tarif untuk satu truk atau satu kol di daerah sini termasuk murah atau mahal?
Yaa itu standar lah… Standar? Yaa ndak51 murah, ndak52 mahal… itu emang sudah standar… soalnya kalau mahal-mahal disini ndak53 laku54, semua dimana-mana ada pasir semua itu iyaa…
Adakah peningkatan pendapatan?
Tidak ada peningkatan pendapatan
Adakah peningkatan pendapatan sebelum dan sesudah erupsi Merapi?
Owwh sudah ada itu… Sebelum terjadinya erupsi Merapi berapa? (suara kurang jelas) Yaa memangnya kalau dulu itu sebelumnya itu malah kalau kol55 itu empat puluh… tapi kan dari sisanya itu mahal (suara kurang jelas)… bisa satu kol56 itu empat hari lima hari tapi kalau sekarang itu dua puluh ribu tapi kan cuma sedikit cepat waktunya gitu lah Yaa
Kalau dulu harga satu truk berapa?
Yaa… dulu itu tiga ratus lima puluh satu truk itu
Kalau sekarang?
Sekarang itu, seratus empat puluh tapi di potong empat, lima puluh… jadi cuma sembilan puluh, sembilan puluh ribu rupiah piro?
Kenapa dipotong?
Soalnya kan yang muat yang naikan itu yang ke truk itu kan lima puluh itu Ooww
Apakah Bapak tidak takut melakukan penambangan apabila terjadi bencana mendadak?
Tidak ada itu
Bapak tidak takut?
Gak takut, gak takut sama sekali itu
Apakah tidak mengkhawatirkan keluarga Bapak?
Yaa… memang kalau anak-anak itu pas57 saya ke sini itu yaa khawatir, tapi kalau saya ndak58… soalnya kan saya itu mintanya slamet59 eee jadi tidak takut saya
Bagaimana cara Bapak meyakinkan keluarga agar tidak khawatir?
Yaa itu kan udah sampai… eee… sudah sekitar lima belas tahun, saya kan sering mencari pasir jadi dia itu gak takut, ndak60 mikir-mikir… saya kan dulu subuh mangkat Iya… saya, eee isya itu baru pulang setiap hari itu… kalau ke Merapi Oyaa yaa jadi harus pagi berangkatnya
Adakah teguran dari pemerintah setempat?
Tidak ada kalau di sini
Adakah saran dari pemerintah untuk masyarakat agar mengikuti pekerjaan Bapak?
Ndak61 ada yang menyarankan itu, cuma cari sendirian, waktu kemarin itu kan banyak yang ngungsi… yaa yaa di kasih makan,di kasih pakaian… tapi kan di kasih uang ndak62 banyak, jadi kalau… kalau untuk jajan63 anaknya, bayar listrik kan ndak64 bisa itu… yaa jadi dia punya pekerjaan sendiri langsung ngambil pasir sendiri itu (suara ayam berkokok)… tapi ndak65 ada yang menyarankan itu, cari pasir ndak66 ada…
Adakah masyarakat sekitar yang menambang pasir?
Yaa banyak juga itu, di daerah jembatan itu banyak juga itu…
Kalau di daerah ini Pak?
Siapa Pak? Daerah sini, yaa cuma saya sama itu itu orang yang itu… tapi itu kan ndak67 ndak68 apa ndak69 tiap hari
Apakah ada dampak negatifnya?
Ndak70 ada dampaknya itu,..
Kalau dampak positif?
Positifnya yaitu aman-aman semua itu, jadikan kan di kasih bentuk-bentuk gini71 kan ndak72 longsor itu Oo yaa
Seberapa berarti pekerjaan ini bagi Bapak?
Sangat berarti bagi saya, soalnya saya kan saya bangga bisa cari uang, bisa untuk makan… bisa untuk nyangonin73 anak saya sekolah-sekolah itu kan harus tiap hari ngeluarkan uang itu mbak
Selama ini, adakah target yang belum Bapak capai?
Ada juga itu, apa Pak? soalnya kan rumah saya kan apa masih… eee masih… pagarnya masih bambu itu kan, yaa itu kan doyong74… jadi kalau saya itu, kalau udah dapat uang, rencana saya untuk bangun rumah saya itu
Adakah harapan yang Bapak inginkan untuk masa depan?
Tidak ada juga itu, yaa harapan saya cuma kalau bisa itu, anak saya bisa sekolah. Jadi saya bisa melanjutkan lah gitu….
Wawancara ini dibuat dan dilakukan oleh Yulianingsih, Emi Jarwati, Fiki Yuandana, & Aula Maulana Dahlan untuk memenuhi tugas UTS mata kuliah Metode Pengolahan Iformasi Lisan (MPIL) SV - UGM
Tags:
Pengetahuan Umum











Leave a comment