'Opening' Bandara Internasional Lombok (BIL)

 (Lombok International Air-port)

Bandara Internasional Lombok resmi menggantikan Bandara Selaparang di Kota Mataram. Peresmian ditandai mendaratnya pesawat Garuda Indonesia dari Jakarta, pukul 10.02 WITA.

Pesawat bernomor penerbangan GA 432 itu mengangkut 168 penumpang. Sebagian di antaranya adalah pejabat Kementrian Perhubungan, yang dipimpin Direktur Jendral Perhubungan Udara, Harry Bhakti dan pejabat Pemda NTB yang dipimpin Gubernur NTB, M Zainul Majdi, termasuk juga di dalamnya tokoh agama dan tokoh masyarakat NTB.

"Sisanya adalah penumpang umum. Pesawat berangkat dari Jakarta pukul O7.30 WIB. Alhamdulillah mendarat mulus," kata Ridwan Syah, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika NTB, salah satu penumpang, Sabtu (1/10/2011).

Sementara rombongan Gubernur dan Dirjen Perhubungan Udara, Kemenhub, disambut dengan upacara adat masyarakat Suku Sasak, untuk kemajuan dan keselamatan. Bandara baru ini terdapat di Kabupaten Lombok Tengah.

Gubernur M Zainul Majdi mengatakan, bandara ini akan menjadikan industri pariwisata NTB kian maju. Pengoperasian bandara ini kata dia akan menjadikan tumbuhnya berbagai pusat ekonomi baru di NTB.

"Ini membuktikan tidak ada yang tidak mungkin kalau kita berusaha. Kalau yang besar saja kita bisa selesaikan, apalagi yang lebih kecil. Semua akan bisa kita selesaikan dengan ikhtiar bersama," kata Gubernur.

Harry Bhakti mengatakan, Bandara Internasional Lombok adalah contoh keberhasilan di Indonesia. Sebab bandara ini dibangun tanpa sepeserpun uang dari pemerintah pusat.

"Ini adalah contoh keberhasilan. Kalau daerah lain bergantung pada APBN, tapi bandara ini terwujud tanpa sepeserpun anggaran dari APBN. Di sini seluruh komponen terlibat, berkolaborasi bersama," kata Harry.

Bandara Internasional Lombok dibangun dengan anggaran internal PT Angkasa Pura I. Pemda NTB turut berkontribusi dengan menanamkan dana Rp110 miliar. Sementara Pemkab Lombok Tengah berkontribusi dengan jumlah Rp40 miliar. Bandara menelan dana tak kurang dari Rp900 miliar.

Pengoperasian perdana bandara juga menjadi daya tarik masyarakat sekitar. Ribuan orang datang ke lokasi bandara, tak ubahnya sedang berwisata. Di areal bandara, pedagang asongan juga berseliweran. Warga datang menumpang truk, mobil bak terbuka, dan juga sepeda motor. Mereka berjejal di depan terminal kedatangan, dan juga berjejer di pagar besi, melihat pesawat parkir.

Sementara itu, pengoperasian bandara juga menandai mulai normalnya penerbangan dari dan menuju ke Lombok. Sebelum operasi, sepuluh penerbangan telah dibatalkan sejak Jumat (30/9/2011) kemarin.

Bahkan di Bandara Selaparang Jumat petang, tak kurang dari 310 penumpang Lion Air tujuan Jakarta, Surabaya dan Denpasar, telantar, akibat kebijakan masakapai membatalkan penerbangan.

"Sekarang penerbangan setelah pukul 10.00 wita, sudah mulai normal," kata Ketut Erdhi Nuka, General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok.

Sumber : news.detik.com
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Leave a comment